Kamis, 24 Juni 2010

Bersama kesulitan ada kemudahan

Setelah lapar ada kennyang, setelah haus ada kepuasan, setelah bergadang ada tidur pu las, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pastiemu, dan dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan dan setiap kegelapan akan terang benderang.


Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. QS. Al Maa'idah :52


Sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa fajar pasti datang mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah. Kabarkan juga kepada orang-oarang yang dilanda kesusahan bahwa, pertolongan akan datang secepat kelebatan cahaya dan kedipan mata. Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba.


Saat anda melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa di balik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan.


Ketika Anda melihat seutas tali meregang kencang, ketahuilah bahwa, tali itu akan segera putus.


Setiap tangisan akan berujung dengan senyum , kekuatan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna dalam kedamaian.


Kobaran api tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim a.s. Dan itu, karena pertolongan Ilahi membuka Jendela seraya berkata “ hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” QS. Al Anbiyaa:69


Lautan luas tak akan kuasa menenggelamkan Kalimur Rahman (Musa a.s.). itu tak lain karena suara agung laka itu telah bertitah, “Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya, Rabb-ku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” QS. Asy Syu'araa: 62


Ketika bersembunyi dari kejaran kaum kafir dalam sebuah gua, Nabi Muhammad s.a.w. Yang ma'shum mengabarkan pada Abu Bakar bahwa Allah Yang Maha Tunggal dan Maha tinggi ada bersama mereka. Sehingga, rasa aman, tentram dan tenang pun datang menyelimuti Abu Bakar.


Mereka yang terpaku pada waktu yang terbatas pada kondisi yang (mungkin) sangat kelam, umumnya hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan dan keputusan dalam hidup mereka. Itu, karena mereka hanya menatap dinding-dinding kamar dan pintu-pintu rumah mereka. Padahal, mereka seharusnya menembuskan pandangan sampai ke belakang tabir dan berpikir lebih jauh tentang hal-hal yang berada di luar pagar rumahnya.


Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baiknya ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malam pun datang silih berganti. Meski demikian, yang ghoib akan tetap tersembunyi, dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua. Tetapi sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda